saat dimana aku merasa sendiri . .
saat dimana orang orang disekitarku membuatku tak peduli . . .
saat dimana jawaban tentang 'sendiri' belum kutemukan. .
saat dimana pertemanan, persahabatan begitu hampa, tak berasa. .
semua pernah kulewati. .
masa masa itu pernah kulewati. .
bahkan kini. . terlewati . .
makna tentang kesendirian. .
putih , abu-abu.
3 tahun ya ? sudah berubah kah sekarang ? aku pikir tidak ^^
sebuah awalan yang bagus ketika aku benar benar merasa memiliki sebuah tempat diantara orang orang itu .
ya. kesibukan ku diluar bangku mata pelajaran. dimulai disini. . tepat ketika jarum jam berdetik saat itu pula. . aku mulai memikirkan tentang kesendirian.
to be continued ^^ (ngantuk)
Life Story "Duniaku"
Hentakkan kakiku semakin menguat!, terus kutelusuri jejak jejak lalu untuk mendapat pemikiran kuat atas apa yang akan ku lakukan.. .
Sabtu, 06 November 2010
Senin, 11 Oktober 2010
Malam Ku Malam Mu
white love you can find. . .
true loce you will get. . .
in my true live . . .
my true love will appear. . .
"hanya bunga mawar yang pantas untuk wanita, namun hanya kamu yang membuat aku untuk mu"
23.55 saat dimana ia baru saja terlelap. . .
tulisan tulisan ini hanyalah ungkapan kebahagiaan tersurat, sampai kau membaca isi hati ini. .
tuts piano klasik mengiringi ku untuk menulis. . . gambar gambar ini yang bisa membuatku tersenyum malam ini. . .
sebuah tenda kecil. . .
tempat dimana sebagian orang menghabiskan waktu luang . . .
awal dimana pertemuan ku dengan dirimu cantik . .
ya. . menghabiskan malam minggu ku dengan orang orang baru. .
dan kau yang ada disana . .
mungkin awalnya ini hanya untuk mencoba fungsi kamera hp yang kau genggam. . namun hati kecilku berkata. .
"senyum riangku untukmu orang baru . . . "
terasa sangat bodoh. . . saat ku ingat aku masih dibelenggu masa lalu. . .
putihku. . . dirimu. . .
detik pun terpacu, hari pun berganti. . .
waktu saat ku bisa mempelajari hal baru. . .
dimana rambutku mulai memanjang tak terurus. . terurai berantakan. .
warna hidupku kian berubah. . .
senyum mu begitu tulus menyiratkan kebahagiaan. .
entah sampai kapan ini akan terus terekam di kepalaku. .
selamanya aku harap. . meski nanti ini memang bukan jalan kita. . .
suci . . putih. . . senyum terbaikku . . untuk mimpi indahmu. malam ini. .
sebagian kecil . .
hanya secuil saja. . yang bisa kutuliskan. .
kisah kisah baik tentang mu, wanita ku. . .
lebih besar. . .
harapan ku pada mu. . .
waktu ku untuk bisa terus menikmati senyum itu . .
selamat malam sayang. . .
mimpi indah . . .
seindah nama mu . .
"every night when i look at the moon. . i can see you're smile in my dream.."
"sisi romantis kehidupan kelam. . yang tak tergantikan"
true loce you will get. . .
in my true live . . .
my true love will appear. . .
"hanya bunga mawar yang pantas untuk wanita, namun hanya kamu yang membuat aku untuk mu"
23.55 saat dimana ia baru saja terlelap. . .
tulisan tulisan ini hanyalah ungkapan kebahagiaan tersurat, sampai kau membaca isi hati ini. .
tuts piano klasik mengiringi ku untuk menulis. . . gambar gambar ini yang bisa membuatku tersenyum malam ini. . .
sebuah tenda kecil. . .
tempat dimana sebagian orang menghabiskan waktu luang . . .
awal dimana pertemuan ku dengan dirimu cantik . .
ya. . menghabiskan malam minggu ku dengan orang orang baru. .
dan kau yang ada disana . .
mungkin awalnya ini hanya untuk mencoba fungsi kamera hp yang kau genggam. . namun hati kecilku berkata. .
"senyum riangku untukmu orang baru . . . "
terasa sangat bodoh. . . saat ku ingat aku masih dibelenggu masa lalu. . .
putihku. . . dirimu. . .
detik pun terpacu, hari pun berganti. . . waktu saat ku bisa mempelajari hal baru. . .
dimana rambutku mulai memanjang tak terurus. . terurai berantakan. .
warna hidupku kian berubah. . .
senyum mu begitu tulus menyiratkan kebahagiaan. .
entah sampai kapan ini akan terus terekam di kepalaku. .
selamanya aku harap. . meski nanti ini memang bukan jalan kita. . .
suci . . putih. . . senyum terbaikku . . untuk mimpi indahmu. malam ini. .
sebagian kecil . .
hanya secuil saja. . yang bisa kutuliskan. .
kisah kisah baik tentang mu, wanita ku. . .
lebih besar. . .
harapan ku pada mu. . .
waktu ku untuk bisa terus menikmati senyum itu . .
selamat malam sayang. . .
mimpi indah . . .
seindah nama mu . .
"every night when i look at the moon. . i can see you're smile in my dream.."
"sisi romantis kehidupan kelam. . yang tak tergantikan"
Sabtu, 11 September 2010
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
La ilaha illa Allah
Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Wa Li Lillahi Al hamd
"Ribuan kali di kumandang kan hingga orang orang disekitarku mulai berdiri bulu kuduknya. tetap saja nantinya kondisi ini tidak akan bertahan lama. lepas hari ini. semuanya akan berubah kembali, sama seperti sebelum bulan ramadhan atau hari ini 1 Syawal 1431 Hijriyah"
Goresan luka akibat kata, bagaikan kertas putih yang masih kosong, bagai malam hari tanpa bintang, menengadahkan tangan dan meminta maaf. kata kata yang hampir setiap tahun membuat handphone hitamku bergetar membunyikan nada deringnya dan membuatku berpikir apa bedanya hari ini dengan hari hari yang lain? tidakkah Tuhan Mencipta Semua hari dengan keadaan sama. andai saja kata kata ini di aplikasi kan tidak hanya 1 syawal selepas bulan ramadhan saja, sungguh indah memang apa yang telah Tuhan ciptakan, KAU berikan kehendak bebas kepada kami agar kami bisa menentukan apa yang kami inginkan.
Aku melihat, atau Engkau membuat mata dan pikiranku melihat seseuatu dan membuatku berpikir, berpikir tepat saat aku bersimpuh dirumah-MU, kedua kaki ku bersila dan bergemetar, kepalaku tertunduk menyadari apa yang baru saja Engkau perlihatkan. alat pemersatu yang Engkau ajarkan mungkin sekarang tak lagi dipahami artinya oleh Hamba-Hambamu ini. Apa perlu seorang khalifah yang engaku tunjuk lagi Tuhan untuk memimpin Hamba-Hambamu ini ?
Langkah Kiriku melaju lebih cepat dari kaki kananku, kertas surat kabar yang warnanya tak seputih kapas kini banyak bergelaran disekitar surau tempat Hamba-Hambamu Sembahyang. Miris ketika dua kaki yang Kau beri ini menginjak injak lembaran yang kami sendiri ciptakan. ah entah apa yang sedang ku pikir ini. kesempurnaan ? entah..
Mohon Maaf Lahir Batin, menjadi pribadi yang baru, akan lebih melihat, akan lebih membaca, dan akan lebih bertindak .
Thanks GOD!
La ilaha illa Allah
Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Wa Li Lillahi Al hamd
"Ribuan kali di kumandang kan hingga orang orang disekitarku mulai berdiri bulu kuduknya. tetap saja nantinya kondisi ini tidak akan bertahan lama. lepas hari ini. semuanya akan berubah kembali, sama seperti sebelum bulan ramadhan atau hari ini 1 Syawal 1431 Hijriyah"
Goresan luka akibat kata, bagaikan kertas putih yang masih kosong, bagai malam hari tanpa bintang, menengadahkan tangan dan meminta maaf. kata kata yang hampir setiap tahun membuat handphone hitamku bergetar membunyikan nada deringnya dan membuatku berpikir apa bedanya hari ini dengan hari hari yang lain? tidakkah Tuhan Mencipta Semua hari dengan keadaan sama. andai saja kata kata ini di aplikasi kan tidak hanya 1 syawal selepas bulan ramadhan saja, sungguh indah memang apa yang telah Tuhan ciptakan, KAU berikan kehendak bebas kepada kami agar kami bisa menentukan apa yang kami inginkan.
Aku melihat, atau Engkau membuat mata dan pikiranku melihat seseuatu dan membuatku berpikir, berpikir tepat saat aku bersimpuh dirumah-MU, kedua kaki ku bersila dan bergemetar, kepalaku tertunduk menyadari apa yang baru saja Engkau perlihatkan. alat pemersatu yang Engkau ajarkan mungkin sekarang tak lagi dipahami artinya oleh Hamba-Hambamu ini. Apa perlu seorang khalifah yang engaku tunjuk lagi Tuhan untuk memimpin Hamba-Hambamu ini ?
Langkah Kiriku melaju lebih cepat dari kaki kananku, kertas surat kabar yang warnanya tak seputih kapas kini banyak bergelaran disekitar surau tempat Hamba-Hambamu Sembahyang. Miris ketika dua kaki yang Kau beri ini menginjak injak lembaran yang kami sendiri ciptakan. ah entah apa yang sedang ku pikir ini. kesempurnaan ? entah..
Mohon Maaf Lahir Batin, menjadi pribadi yang baru, akan lebih melihat, akan lebih membaca, dan akan lebih bertindak .
Thanks GOD!
Rabu, 08 September 2010
Jam dinding yang berdetik. . tik tok tik tok.
Meja belajar yang teramat berantakan dan memang seperti itu biasanya
Bereserakan buku Elephants Can remember, The big Four,
Death in the Clouds membuka lembarannya yang usang
Sinar matahari yang tak mampu lagi untuk masuk melalui jendela kamar
membuatku sedikit menyipitkan mata untuk melihat jarum jam yang bergerak sedikit lebih cepat
"Ia muncul entah dari mana,
dan lenyap begitu saja setelah tugasnya selesai
Mr. Satterwhite yang cepat tanggap segera menyadari
ada bahaya yang akan terjadi berlatar belakang tragedi"
Meja belajar yang teramat berantakan dan memang seperti itu biasanya
Bereserakan buku Elephants Can remember, The big Four,
Death in the Clouds membuka lembarannya yang usang
Sinar matahari yang tak mampu lagi untuk masuk melalui jendela kamar
membuatku sedikit menyipitkan mata untuk melihat jarum jam yang bergerak sedikit lebih cepat
"Ia muncul entah dari mana,
dan lenyap begitu saja setelah tugasnya selesai
Mr. Satterwhite yang cepat tanggap segera menyadari
ada bahaya yang akan terjadi berlatar belakang tragedi"
Jumat, 20 Agustus 2010
saat ku coba mengelupas luka lama, cairan merah pekat seakan mencuat dari sela sela luka di punggung tangan kananku, dan ini yang kedua kalinya sejak terkelupas karena ulah tajamnya kuku ku.
saat ini hanya waktu luang yang dapat membuatku kembali menulis. Entah menjadi apa bila kata kata ini tak tersiratkan, membusuk di lipatan lipatan otak kanan ku? mungkin saja. riuhnya jalan raya menjadi alunan melodi paling buruk yang pernah ku dengar saat aku mulai mengetikkan huruf demi huruf merangkai tulisan.
berulang kali coba aku pikirkan mengapa selalu saja muncul suasana yang sangat aneh, yang terkadang membuat aku enggan untuk melakukan apapun. ya. banyak orang disekitar ku bertanya tanya. "anak ini kenapa ? aneh banget" "hei kamu gak kenapa kenapa ta?". harus aku jawab dengan apa ? jawaban singkat pun aku tak punya, apa lagi yang diminta penjelasan panjang lebar. ya mungkin ini salah satu pertanda kelabilan kepribadian ku. sampai detik ini pun, masalah ini masih saja menjadi sebuah pertanyaan usang yang belum pernah terjawab.
tatkala mentari enggan memancarkan sinarnya, aku akan tersenyum riang untuk membuat matahari memancarkan sinarnya ~semangat dalam gundah~
saat ini hanya waktu luang yang dapat membuatku kembali menulis. Entah menjadi apa bila kata kata ini tak tersiratkan, membusuk di lipatan lipatan otak kanan ku? mungkin saja. riuhnya jalan raya menjadi alunan melodi paling buruk yang pernah ku dengar saat aku mulai mengetikkan huruf demi huruf merangkai tulisan.
berulang kali coba aku pikirkan mengapa selalu saja muncul suasana yang sangat aneh, yang terkadang membuat aku enggan untuk melakukan apapun. ya. banyak orang disekitar ku bertanya tanya. "anak ini kenapa ? aneh banget" "hei kamu gak kenapa kenapa ta?". harus aku jawab dengan apa ? jawaban singkat pun aku tak punya, apa lagi yang diminta penjelasan panjang lebar. ya mungkin ini salah satu pertanda kelabilan kepribadian ku. sampai detik ini pun, masalah ini masih saja menjadi sebuah pertanyaan usang yang belum pernah terjawab.
tatkala mentari enggan memancarkan sinarnya, aku akan tersenyum riang untuk membuat matahari memancarkan sinarnya ~semangat dalam gundah~
Langganan:
Postingan (Atom)
